Al Liwa' Ar Royah

Al Liwa' Ar Royah
kibarkan bendera Al Liwa' Ar Royah yang menyatukan Umat Muslim Seluruh DUNIA

Minggu, 13 Mei 2012

HARAPAN SELAMA 104 TAHUN


Assalamu’alaikum…………..
Diantara kita tentu masih ingat tokoh kebangkitan nasional, yaitu Boedi Oetomo yang merupakan intelektual muda di zamannya. Jika kita kaitkan dengan Boedi Oetomo, subuah kebangkitan Negara maka tidak akan terlepas dari peran intelektual muda. Namun, apa yang terjadi dengan para intelektual sekarang? Patut disayangkan, setelah lebih dari satu abad Hari Kebangkitan Nasional diperingati bangsa ini, fenomena yang terjadi sangat kontras dengan harapan dan keinginan. Karakter pergerakan intelektual sebagai agent of change, moral force, dan iron stock kini semakin tergerus ditengah arus pragmatisme sehingga menjebak dan mematikan pergerakan intelektual. Para intelektual tidak lagi memikirkan nasib perubahan yang hakiki bagi bangsa, inetelektual hanya sibuk dengan urusan akademik saja, yang hanya memiliki keahlian saja tidak memiliki kepribadian istimewa yang ditunjukkan oleh integritas pada nilai-nilai kebenaran islam, pergerakannya pun kini tidak lagi mengusung wacana ideology islam yang bisa mengantarkan bangsa ini mengalami kebangkitannya hakiki. Fakta ini dapat kita lihat semakin mengguritanya koruptor di semua sendi kehidupan, aksi demonstrasi yang tidak mengusung solusi yang mengakar bahkan malah berakhir dengan anarkisme dan menimbulkan masalah baru. Di tengah keprihatinan terhadap kondisi generasi muda di Indonesia, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia mempersembahkan agenda besar Konferensi Intelektual Muslimah untuk Bangsa “ISLAM JALAN BARU MELAHIRKAN GENERASI CEMERLANG” pada moment yang tepat tanggal 20 Mei 2012, di Auditorium Sabha Widya, Wisma Makara Universitas Indonesia, dengan peserta 2000 dari para intelektual muslimah (pakar, dosen, & akivis mahasiswi). Sudah seharusnya kini para intelektual bangkit dengan visi ideology yang benar yaitu Islam sebagai kepemimpinan berfikir dan landasan berfikir untuk kebangkitan bangsa yang hakiki.
Wassalamu’alaikum…………
By RizkyRachmawati-Mahasiswi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Aktivis Unit Kegiatan Kerohanian Islam Unipa Sby
Aktivis Forum Aktivis Kampus untuk Peradaban (FORKADA)se- Surabaya



GENERASI DALAM KETIDAKJELASAN


Walaupun peringatan Hardiknas sudah kita lewati, namun masalah pendidikan dan kualitas generasi yang dihasilkan belumlah selesai menemui titik solusi yang solutif untuk mengentaskan negri ini dari buruknya kualitas pendidikan di Indonesia. Pergeseran kualitas generasi telah terbukti kita temukan sehari-hari. Anak cenderung kurang menghargai orang tua, karakter tidak sabar, budaya instan hingga melakukan contek masal saat ujian. Belum lagi, tidak bosan-bosannya pemerintah sibuk untuk menggonta-ganti kurikulum pendidikan kita. Inikah profil hasil pendidikan kita? Semua ini berawal dari ketiadaan visi yang jelas dalam arah pendidikan di Indonesia. System kapitalisme sebagai ideology yang berlaku di negeri ini telah menjadi basis kebijakan yang mewarnai ketidakjelasan visi dalam system pendidikan kita. Islam punya solusi atas permasalahan ini, Visi pendidikan dalam islam mengarahkan terbentuknya kepribadian islam bagi anak didik dan membina meraka agar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta tsaqofah islam, sehingga kelak menjadi kader umat yang akan ikut memajukan masyarakat serta negaranya.

-Rizky Rachmawati-
Mahasiswi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Aktivis Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) UNIPA Sby
Aktivis FORKADA se-Surabaya (FORum aKtivis kAmpus untuk peraDAban)

Minggu, 26 Februari 2012


Kampanye Global Muslimah Hizbut Tahrir

Kantor Media Hizbut Tahrir Pusat
No. : 1433 A. H. /40                                   Rabu, 23 Rabi’ul Awal 1433 H. | 15 Februari 2012 M

Kampanye Global Muslimah Hizbut Tahrir:
“Khilafah: Model Cemerlang Bagi Hak-hak Perempuan dan Peran Politiknya”

Muslimah Hizbut Tahrir mengumumkan kampanye global dengan tema KhilafahModel Cemerlang Bagi Hak-hak Perempuan dan Peran Politiknya. Kampanye akan diakhiri insya Allah dengan penyelenggaraan Konferensi Internasional bersejarah di Tunisia pada tanggal 10 Maret 2012 bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional. Konferensi tersebut akan diikuti oleh para perempuan politisi, dan tokoh-tokoh perempuan terkemuka dari seluruh dunia Islam dan negara-negara lain.  Diharapkan dengan konferensi tersebut pandangan dunia akan tertuju pada satu sistem yang memiliki kemampuan untuk mewujudkan hak-hak perempuan serta mengatasi berbagai persoalannya. Sistem itu tak lain adalah sistem Khilafah.
Tujuan dari kampanye dan konferensi ini adalah untuk mengedepankan solusi praktis yang mampu diberikan oleh Khilafah pada berbagai masalah politik, ekonomi dan sosial yang dihadapi perempuan di dunia Islam dan di berbagai tempat lain.  Juga dimaksudkan untuk membantah tuduhan dan rekayasa tentang Islam dan penindasan Islam terhadap perempuan.
Kampanye ini berisi  pesan dalam bentuk  video dari Muslimah Hizbut Tahrir dari  dunia Arab dan Afrika Utara, Eropa dan Timur Tengah, dari Pakistan hingga Indonesia, Rusia, Australia, Eropa dan lainnya.  Pesan tersebut semakin mengokohkan kenyataan bahwa hanya sistem Khilafahlah yang menjamin hak-hak perempuan secara nyata, tak hanya retorika.
Dr Nasreen Nawaz anggota Kantor Pusat Media Hizbut Tahrir, berkomentar: ” Sungguh kaum perempuan di seluruh dunia Islam, selama beberapa dekade menghadapi penindasan, kemiskinan dan penghinaan di bawah rezim represif yang korup dan sistem ekonomi yang sudah usang.  Berbagai pemerintahan di timur dan barat, utara dan selatan telah menutup mata dan membiarkan pelanggaran terhadap hak perempuan dan bahkan melucuti hak-hak dasar mereka. Semua sistem monarki dan Republik, “Demokrasi dan kediktatoran”,  selama delapan dekade terakhir telah gagal menjamin kehidupan yang layak dan menghormati perempuan. Merupakan hal menonjol , adanya kebutuhan mendesak terhadap visi politik yang berbeda yang mampu menghadirkan perubahan hakiki di wilayah tersebut yang  memastikan masa depan sejahtera yang berkeadilan dan memberi kemakmuran baik bagi laki-laki maupun perempuan, bagi warga muslim dan non-Muslim.”
” Dari Tunisia model yang dianggap Barat sebagai  pelopor sekularisme terkait hak asasi perempuan, Muslimah Hizbut Tahrir bertarget untuk menunjukkan bahwa sistem pemerintahan Islam adalah satu-satunya model yang mampu melindungi hak-hak perempuan.  Banyak pihak mengklaim bahwa kaum perempuan di dunia Islam menganggap agama mereka telah menindas perempuan! Juga mengklaim bahwa kaum perempuan menolak (penerapan) sistem pemerintahan Islam! dan kaum perempuan mencari “kebebasan” melalui sistem demokrasi sekuler liberal!. Namun hari ini kaum perempuan yang benar-benar bekerja untuk perubahan hakiki di tengah masyarakat bersuara lantang melawan kebohongan, dan tuduhan   penindasan Islam terhadap perempuan.  Juga menunjukkan sistem yang sejatinya menjadi penindas perempuan. Mereka akan mengumumkan dukungan penuh mereka terhadap sistem Khilafah. Mereka akan sepenuhnya melakukan aktifitas politik agar sistem politik agung (Khilafah) ini terwujud menjadi kenyataan.”
“Sedangkan kebohongan dan tuduhan terhadap Islam yang dikatakan menindas perempuan, layak menghadapi nasib yang sama seperti para pemimpin tiran yang terjungkal ke liang lahatnya. Allah berfirman;
كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا
“… Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta. (QS Al Kahfi(18): 5)”
Bahwa sistem Khilafah lah satu-satunya yang  akan melindungi martabat perempuan, juga mengokohkan ikatan keluarga. Dan akan melindungi hak-hak politik dan ekonomi dan pendidikan untuk semua baik bagi laki-laki maupun perempuan, muslim dan non-Muslim.”
“Kami menyerukan kepada semua perempuan yang percaya akan adanya perubahan hakiki, untuk berkontribusi nyata meningkatkan kehidupan perempuan, untuk bergabung dengan kami dalam konferensi bersejarah ini. Konferensi ini akan memberikan contoh nyata untuk mewujudkan keamanan, martabat dan keadilan bagi ibu dan anak perempuan di dunia Islam dan model yang akan menjadi mercusuar kebanggaan untuk menjaga dan mengamankan hak-hak perempuan di dunia.”
Catatan untuk Redaksi:
1 - Konferensi akan dimulai pukul sembilan pagi pada 10 Maret 2012 di ibukota Tunisia.
2 -  Website yang dapat diakses yang akan memuat video Muslimah Hizbut Tahrir di sini:
http://women.hizb-ut-tahrir.info

Rabu, 15 Februari 2012

To Win You Have got to Stay in the Game


Masa depan itu bermacam-macam.
Tiada pasti dan masih kabur.
Namun ia layaknya box google search
Dan kitalah pemilik keyboard serta pemegang mouse.
Kemana masa depan,
Kitalah yang memikirkan, memilih, dan memutuskan.
Masa depan…..
Adalah layaknya pulau dengan sejuta kejutan.
Dayunglah perahu sekuat kita mampu !
Hingga…..
Kita temukan rahasia masa depan itu.
Bersiaplah untuk banyak kejutan-kejutan..
Dan berprasangkalah baik pada…….
Alloh SWT…

Take A Choice
            Dengan segala keterbatasan saya mengajak siapa pun untuk segera merencanakan masa depan. Banyak orang yang saya temui selalu berkata, “Ah, itu kan masih lama” atau “Yang nanti ya dipikirin nanti sajalah” dan masih banyak alasan lain yang tidak relevan dengan pertanyaan perencanaan masa depan. Memang hak mereka untuk menjawab seperti itu karena yang bertanggung jawab terhadap hidup mereka adalah diri mereka sendiri. Semua pilihan ada di tangan kita, tidak ada paksaan karena itu hidup kita sendiri. Akan tetapi, setiap orang mempunyai tanggung jawab hidup yang harus dijalaninya dengan segala risiko dan konsekuensinya.
            Kata orang bijak, hidup ini adalah pilihan. Pilihan menghantarkan kita pada situasi tertentu. Masa depan kita ada ditangan kita sendiri. Kita bertanggung jawab terhadap hidup kita. Kita harus mempunyai tujuan hidup yang jelas. Bukan kendaraannya yang penting, tapi tujuan hidup kita lebih penting. Sarana hanya akan menghantarkan pada tujuan kita, tapi tujuan hidup akan membawa kita pada kedamaian dan kebahagiaan.
Jadi, apa pilihan kita ? hidup mulia ataukah hina disisi Alloh SWT ? Life is Choice !!
Simak dan renungi firman Alloh dalam ayat-ayat suci Al-Qur’an berikut :
ﻭﻠﻗﺪﺪﺮﺃﻨﺎﻠﺟﻬﻨﻢﻜﺛﯾﺮﺍﻤﻦﺍﻠﺟﻦﻭﺍﻷﻨﺱﻠﻬﻢﻘﻠﻭﺏﻻﯿﻓﻗﻬﻭﻦﺒﻬﺎﻭﻟﻬﻢﺍﻋﯿﻦﻻﯿﺒﺼﺮﻭﻦﺒﻬﺎﻭﻟﻬﻢﺁﺬﺍﻦﻻﯿﺴﻤﻌﻮﻦﺒﻬﺎﺍﻭﻟﺋﻚﻜﺍﻻﻨﻌﺍﻢﺒﻞﻫﻢﺃﺿﻞﺃﻭﻟﺋﻚﮬﻢﺍﻟﻐﺎﻓﻟﻭﻦ
Arinya :
“Dan sesungguhnya Kami jadikan isi jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai qalbu, tidak dipergunakannya untuk berfikir, dan mereka mempunyai mata, tidak dipergunakannya untuk melihat, dan mereka mempunyai telinga, tidak dipergunakannya untuk mendengar, Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. ( QS. Al-A’raf(7):179)

Life is Short
            Hidup itu singkat.
            “Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan     (sementara) dan sesungguhnya akhirat itu negeri yang kekal”. (TQS. Al-      Mu’min:39       
Kita tidak mengetahui sampai dimana kita nantinya dan pada usia berapa kita akan kembali pada sang Pencipta. Namun, semua orang pasti akan mengalami kematian. Mungkin sepuluh tahun lagi,mungkin satu tahun lagi, mungkin satu bulan lagi, mungkin besok, mungkin setelah membaca tulisan ini. Kita tidak pernah tahu karena hidup adalah misteri Alloh SWT. Saya tidak bermaksud untuk menakuti, tapi inilah kenyataannya. Sudah siapkah kita ? Marilah kita membangun kehidupan berkualitas disisi Alloh SWT.

Past Doesn’t Equal to the Future
Masa lalu tidak sama dengan masa depan !
            Memang kita tidak dapat mengetahui ataupun melihat masa depan kita, tapi yang pasti kita dapat merencanakannya. Masa lalu adalah guru terbaik bagi hidup kita, masa lalu merupakan bagian dari hidup kita, biarkan itu berlalu dan menjadi kenangan yang berarti tapi masa depan jauh lebih penting.
            Apa yang kita lakukan di masa lalu telah menghantarkan kita pada posisi kita saat ini. Keputusan yang telah kita buat dan tindakan yang telah kita lakukan sekarang memberikan akibat kita pada masa yang akan datang.
            Bertaubat adalah usaha yang harus kita lakukan sebagaimana juga diharuskan bagi setiap orang beriman.
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Alloh denagn taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga……..” (TQS. At-Tahrim:8)

Who m'I ?
Semua orang pasti menjawab “Saya Manusia”. Jika demikian,darimanakah manusia ?
Apakah manusia berasal dari kera ? seperti teori evolusi Darwin ?
            Kita adalah makhluk special. Kita hanya satu-satunya yang ada di muka bumi ini. Tidak ada satupun makhluk yang kehidupannya sama persis dengan kita. Alloh menciptakan kita benar-benar special. Manusia berbeda dengan kera ataupun hewan. Apakah yang membedakan ?
Temukan perbedaan itu !!

Manusia
Hewan

Perlu makan
Perlu makan

Mau kawin
Mau kawin

Marah kalau diganggu
Marah kalau diganggu

Punya instink
Punya instink
Lalu, apakah yang membedakan keduanya? Jawabannya adalah AKAL. Dengan akal manusia menjadi makhluk yang sempurna, karena akallah manusia bisa berfikir. Berbeda dengan hewan yang hanya mengandalkan instingnya. Jadi, jika kita hanya menggunakan instink, maka apa bedanya kita dengan hewan ??
            Manusia adalah materi. Alloh SWT benar-benar telah meniupkan ruh sebagai rahasia kehidupan (nyawa) pada manusia. Alloh juga memberikan pada diri manusia potensi hidup yang tercermin dalam tiga potensi, yakni : kebutuhan jasmani, naluri-naluri, dan akal. Semuanya telah ada pada setiap manusia yang hidup.
            “Siapa kenal dirinya maka akan kenal Alloh Penciptanya dan faham tujuan ia diciptakan”. (Hadits)

Taking A Decision and An Action
  • Mengambil Keputusan yang Tepat dan Cepat
      Keputusan yang tepat akan membuahkan hasil yang baik. Sebaliknya, keputusan yang keliru akan membuahkan hasil yang kurang baik. Namun, perlu kita ingat bahwa setiap keputusan selalu mengandung risiko. Mengambil keputusan yang tepat juga harus melalui proses dan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hasil yang baik biasanya melalui proses berikut :
1)      Keputusan

Tidak ada jalan pintas !! Kita harus berani mengambil keputusan untuk melakukan perubahan positif dalam hidup.
2)      Rencana
Rencana adalah visi dan misi yang kita buat. Rencana menghantarkan kita pada tujuan kemana kita harus berjalan dan melangkah. Tidak ada visi dan keyakinan diri, akibatnya tidak ada tujuan yang jelas dalam hidup.
“If you have a clear vision you’ll even forget your breakfast” (Bill Gates)
Seseorang yang memiliki visi dan misi hidup yang jelas, akan sanggup mengurai tiga pertanyaan, Darimana kita berasal ? Apa tujuan hidup kita ? Akan kemana setelah kita hidup ?
Pada pembahasan sebelumnya kita telah dapat memecahkan siapa diri kita dan dari mana kita berasal, yaitu manusia (makhluk ciptaan Alloh SWT).
Apa tujuan hidup kita ?
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Ku”. (TQS. Adz-Dzariyat:56)
Karena kita adalah makhluk ciptaan Alloh SWT, maka kita harus tunduk pada aturan-Nya dan beribadah kepada-Nya. Seharusnya menjadi hal yang wajib di dalam hidup ini mengambil aturan-aturan pencipta untuk mengatur segala aspek kehidupan. Sehingga setiap aktifitas kita hendaknya untuk mencapai nilai tertinggi, yaitu ridho Alloh Azza wa jallah. 
Akan kemanakah kita setelah hidup ?
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan”. (TQS. Al-Ankabut : 57)
Tentunya kita akan kembali kepada-Nya, karena kita berasal dari Alloh SWT. Disini manusia akan dihisab atas segala perbuatannya di muka bumi. Maka, apa yang akan kita persembahkan saat kembali kepada-Nya ?
3)      Tindakan
“Jangan hanya membidik tapi tidak pernah menarik pelatuk. Tarik busur dengan kuat, lepaskan anak panah yang tertahan itu hingga melesat jauh dan tinggi”.
Sebuah rencana akan menguap begitu saja apabila tidak ada tindakan atau action. Jangan pernah berharap mendapatkan hasil yang berbeda dengan melakukan kegiatan yang sama.
4)      Hasil
Hasil yang kita dapatkan merupakan akibat dari kita melakukan tindakan. Siklus ini akan terus membawa kita pada keputusan berikut. Semakin besar keputusan yang kita ambil, semakin baik hasil yang kita dapatkan.

When You Believe
Believing tidak sekadar percaya pada keputusan yang telah kita buat, tapi lebih dari keyakinan kepada diri sendiri dan yakin akan janji Alloh SWT. Bersabar dan tawakal itulah kuncinya.
  • Sumber Motivasi
Keyakinan akan janji Alloh SWT.
“Dan (telah menjanjikan pula kemenangan-kemenangan) yang lain(atas negeri-negeri) yang kamu belum dapat menguasainya yang sungguh Alloh telah menentukan-Nya. Dan adalah Alloh Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
(TQS. Al-Fath : 48)
Ada sebuah kisah perjuangan yang akan menjadikan kita semakin yakin akan janji Alloh SWT.
      Pada tahun 711 M di Spanyol sekitar 12.000 pasukan muslim berlepas dari Afrika Utara menuju sebuah yang menanti pembebasan Islam. Pasukan muslim tersebut dipimpin oleh sang panglima Thariq bin Ziyad. Pada saat itu jumlah pasukan musuh lebih besar daripada jumlah pasukan kaum muslimin. Tapi, Thariq bin Ziyad senantiasa mengobarkan semangat kepada para prajuritnya. Beliau memiliki ide cemerlang untuk membakar kapal yang dimiliki, sehingga para prajuritnya tidak punya pilihan lagi kecuali tetap maju untuk berperang dengan mendapatkan kemenangan atau mati sayhid. Pada saat itu Thariq bin Ziyad berkata, “Laut ada dibelakang kalian sedangkan musuh ada di depan kalian dan tidak ada yang tertinggal pada diri kalian kecuali kebenaran dan kebesaran”.
      Subhanalloh, berangkat dari keyakian akan janji Alloh SWT, kaum muslimin dengan sang panglima Thariq bin Ziyad mampu menaklukan kota Andalusia yang sekarang dikenal Spanyol
      Seperti itulah seharusnya seorang makhluk harus yakin dan percaya akan janji sang Pencipta (Alloh SWT). Bercita-citalah besar dan berpikirlah maju! Kita tidak diciptakan untuk menjadi orang kalah, namun sebagai wakil Alloh di bumi untuk memberikan kemajuan dan kesejahteraan. Sehingga, setiap langkah yang kita buat, haruslah merupakan langkah-langkah kemenangan. Keberhasilan sesungguhnya ditentukan oleh besar-tidaknya keyakinan kita meraih kemenangan disisi Alloh SWT.

Kesimpulan
Maka, kehidupan akhir seperti apakah yang kita inginkan ? Hidup berorientasi pada dunia yang nyatanya hanya sebentar ? Atau hidup dengan orientasi pada akhirat yang jalannya tidak mudah namun kekal.
Hidup ini hanya sekali, Hidup ini singkat, Hidup ini adalah pilihan. Dalam hidup ini, pilihan-pilihan seperti apa yang kita inginkan? Ketika jasad kita telah berselimutkan tanah, bagaimana kita ingin orang lain mengingat kita...?
Jadi... Pilihan seperti apa yang akan kita buat?
“Sesungguhnya Alloh tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka”. (TQS. Ar-Ra’ad : 11)
Sebagai penutup saya ingin mengatakan, “To win you have got to stay in the game”. 

Jumat, 10 Februari 2012


Sebenarnya apa yang terjadi pada Intelektual?
Generasi adalah asset terbesar dibanding dengan asset-aset Negara lain, terutama generasi intelektual.  Apabila generasi baik maka sebuah Negara akan maju karena memiliki calon pemimpin yang pandai dan cerdas. Namun, apa yang terjadi dengan generasi sekarang? Yang ada sekarang di tengah-tengah kita adalah generasi pragmatis yang lahir dari pendidikan yang pragmatis. Yang akhirnya absen dari visi negara berkembang.

Apa yang dipikirkan Intelektual sekarang??
Kalau saya boleh bertanya, kira-kira setelah kita lulus atau menyandang sebuah gelar,  pertanyaan yang sering muncul nich pada kita diantaranya, ”Sibuk apa? Kerjanya dimana? Atau gajihnya berapa?” Atau mungkin jauh-jauh hari sebelum kita menentukan program study saat mau kuliah, maka sering kali prospek kerja yang menjadi hal pertama dalam pertimbangan. Maka jangan kaget, jika akhirnnya tuntutan industry/perusahaan yang menderai cita-cita intelektual. Kalau boleh dikatakan sekarang  pragmatisme benar-benar semakin nyata, bercokol dibenak para intelektual.
Seharusnya sikap seorang intelektual itu menggunakan seluruh ilmunya untuk menjawab seluruh permasalahan masyarakat, “Sebenarnya masyarakat itu sekarang  masalahnya apa? butuh apa?”. Tapi yang ada saat ini, para intelektualnya sibuk berfikir “Perusahaan itu butuh apa?”. Betul nggak sich?! Dan pada akhirnya disadari ataupun tanpa disadari, dia sendiri yang menjadi pekerja barat yang notabennya perusahaan yang ada di indonesia adalah perusahaan asing. Mereka bukan lagi orang yang akan mengurusi rakyat.
Dan kalaupun ada intelektual yang ideal, yang ingin berkontribusi bagi masyarakat, namun pada sisi lain dia mengalami kesulitan mengakses teknologi, kesulitan mendanai riset karna pemerintah tidak memfasilitasinya. Dan pada akhirnya mereka mengatakan “Udahlah ngga’ usah ngarep-ngarep pemerintah!! Udalah yg penting kita bisa apa ya lakukan aja!.” Dan saking bencinya dengan kebijakan-kebijakan yang menghambat dia, untuk akhirnya berkontribusi, dia menciptakan sikap yang apolitis dia mengatakan, “Udalah politik itu kotor!hanya mengurusi kekuasaan.” Tidak cukup apolitis saja bahkan mereka juga bersikap apatis, merekapun cenderung focus pada keahlihannya, dan yang terjadi tanpa sadar dia yang menjadi pemadam kebakaran. Maksudnya apa? Lihat saja, minyak, tambang kita dikuasai, seluruh kekayaan alam kita dikuasai oleh asing, sampai-sampai tak sedikitpun tersisa untuk rakyat, dan yang alin ironisnya lagi rakyat mengemis sumber daya alam ditengah berlimpah ruahnya sumber daya alam Indonesia. Lalu intelektual berfikir keras untuk membuat energy terbaru sebagai penggantinya, mulai dari sumber gas, air laut, surya dan lain-lain. Akhirnya orang-orang yang menjual sumber daya alam mengatakan “Tenang ajalah ada ITS, ada IPB, ada para intelektual yang akan menyiapkan energy penggantinya. Kita kuasai dan eksploitasi habis-habisan saja sumber daya alamnya”.
Sekarang bayangkan saja, andaikata orang-orang intelektual tadi masuk dalam pemerintahan  dalam kondisi apolitis dan apatis, yang terjadi adalah mereka akan menghasilkan solusi-solusi yang ngga’ kalah pragmatis, yang membuat rakyat semakin menangis. Misakan, seorang intelektual butuh dana untuk riset, tidak ada duitnya(dalam artian pemerintah tidak mau mendanai) dengan alasan APBNnya kurang. Akhirnya  mereka(orang-orang yang masuk pemerintahan) yang membuka keran pemodal asing supaya masuk dan mereka sendirilah yang akan membuat undang-undang penanaman modal asing, dan mereka jugalah yang membuka gerbang untuk adanya penjajahan sumbur daya alam di bumi pertiwi ini. Dan sekarang bayangkan lihat blok cepu dikuasi Exon mobile, Emas kita di Papua dikuasai ole Freeport dan hanya 1 persen yang dikasihkan ke indonesia.
Sungguh sangat lucu sekali, masih ingat dengan SeaGames?? Lucu ngga’ sich!? Indonesia sibuk memperebutkan medali emas yang ngga' seberapa nilainya dibandingkan dengan gunung emas yang ada di Papua. Aneh kan!? Gunung emas ngga’ ada yang ngeributin, ngga’ ada upaya untuk merebutkannya. Tapi, emas yang secuil saja direbutkan, sampai dibela-belain. Lupakah!? Emas kita, batu bara kita, gas kita, minyak bumi kita yang dikuasai oleh asing!!.
Sebagaimana arus pragmatisme itu masuk dibenak-benak para intelektual, maka yang terjadi adalah kerusakan. Sehingga  kerusakan yang dilakukan oleh para intelektual itu akan membawa kerusakan yang luar biasa karna mereka pada dasarnya orang-orang yang pintar, orang-orang yang tau ilmunya tetapi ilmunya disalah gunakan.

Sadarlah Wahai Intelektual!!
                Abu Nu’aim menyatakan bahwa Nabi mengatakan, “Dua macam golongan manusia yang apabila keduanya baik maka akan baiklah masyarakat. Tetapi, apabila keduanya rusak maka akan rusaklah masyarakat itu. Kedua golongan manusia itu adalah orang-orang yang berilmu(termasuk intelektual) dan penguasa.” Karenanya, intelektual harus memerankan diri dalam rangka kebaikan masyarakat, termasuk meluruskan penguasa dan menegakkan Daulah Khilafah Islamiyah.
                Diantara aktivitas yang dapat diperankan intelektual adalah :
1.       Mengedukasi umat. Intelektual terus melakukan pembinaan di tengah-tengah umat sehingga muncul orang-orang yang berkepribadian islam. Umat dibina perilakunya dengan ilmu yang dimilikinya dipraktikkan dan selalu dikaitkan dengan akidah dan syariah.
2.       Membangun kesadaran politik umat (wa’yu siyasi), yaitu membangun kesadaran umat tentang bagaimana mereka memelihara urusannya dengan syariah Islam. Sehingga akan muncul umat muslim yang punya kesadaran untuk berislam kaffah karena tak rela hidup dengan hukum dan aturan yang bertentangan dengan syariat Allah.
3.      Mengoreksi penguasa, kalo boleh dikatan intelektual sebagai matanya umat. Imam al-Ghazali menyatakan: “Dulu tradisi orang-orang berilmu adalah mengoreksi dan menjaga penguasa untuk menerapakan hukum Allah SWT. Mereka mengikhlaskan niat. Pernyataannya pun membekas dihati. Namun, sekarang terdapat penguasa yang zhalim namun orang-orang berilmu hanya diam. Andaikata mereka bicara, pernyataannya berbeda dengan perbuatannya sehingga tidak mencapai keberhasilan. Kerusakan masyarakat itu akibat kerusakan penguasa, dan kerusakan penguasa akibat kerusakan orang-orang berilmu. Adapun kerusakan orang-orang berilmu akibat digenggam cinta harta dan jabatan. Siapapun yang digenggam cinta dunia niscaya tidak aka mampu menguasai kerikilnya, apalagi untuk mengingatkan para penguasa dan para pembesar.” (Ihya ‘Ulumuddin, juz 7, hal. 92). Bahkan, sejarah mencatat banyak sekali para sahabat perempuan (shahabiyah) yang berilmu, lantang menyuarakan kebenaran kepada penguasa.
4.      Mengembangkan jaringan untuk makin menyebarkan gagasan syariat islam dan Khilafah.
5.      Menjadi perekat ukhuwah umat islam berdasarkan akidah.
6.      Membela, menjaga, dan mendukung upaya penegakkan syariah dan khilafah serta para pejuangnya.

Sumber :
ü  hasil reportase Konferensi Intelektual Muslimah; Catatan Intelektual Muslimah untuk Bangsa (Jum’at 16 Desember 2011).
ü  Forum Rembug Aktivis se Surabaya.