Al Liwa' Ar Royah

Al Liwa' Ar Royah
kibarkan bendera Al Liwa' Ar Royah yang menyatukan Umat Muslim Seluruh DUNIA

Minggu, 13 Mei 2012

HARAPAN SELAMA 104 TAHUN


Assalamu’alaikum…………..
Diantara kita tentu masih ingat tokoh kebangkitan nasional, yaitu Boedi Oetomo yang merupakan intelektual muda di zamannya. Jika kita kaitkan dengan Boedi Oetomo, subuah kebangkitan Negara maka tidak akan terlepas dari peran intelektual muda. Namun, apa yang terjadi dengan para intelektual sekarang? Patut disayangkan, setelah lebih dari satu abad Hari Kebangkitan Nasional diperingati bangsa ini, fenomena yang terjadi sangat kontras dengan harapan dan keinginan. Karakter pergerakan intelektual sebagai agent of change, moral force, dan iron stock kini semakin tergerus ditengah arus pragmatisme sehingga menjebak dan mematikan pergerakan intelektual. Para intelektual tidak lagi memikirkan nasib perubahan yang hakiki bagi bangsa, inetelektual hanya sibuk dengan urusan akademik saja, yang hanya memiliki keahlian saja tidak memiliki kepribadian istimewa yang ditunjukkan oleh integritas pada nilai-nilai kebenaran islam, pergerakannya pun kini tidak lagi mengusung wacana ideology islam yang bisa mengantarkan bangsa ini mengalami kebangkitannya hakiki. Fakta ini dapat kita lihat semakin mengguritanya koruptor di semua sendi kehidupan, aksi demonstrasi yang tidak mengusung solusi yang mengakar bahkan malah berakhir dengan anarkisme dan menimbulkan masalah baru. Di tengah keprihatinan terhadap kondisi generasi muda di Indonesia, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia mempersembahkan agenda besar Konferensi Intelektual Muslimah untuk Bangsa “ISLAM JALAN BARU MELAHIRKAN GENERASI CEMERLANG” pada moment yang tepat tanggal 20 Mei 2012, di Auditorium Sabha Widya, Wisma Makara Universitas Indonesia, dengan peserta 2000 dari para intelektual muslimah (pakar, dosen, & akivis mahasiswi). Sudah seharusnya kini para intelektual bangkit dengan visi ideology yang benar yaitu Islam sebagai kepemimpinan berfikir dan landasan berfikir untuk kebangkitan bangsa yang hakiki.
Wassalamu’alaikum…………
By RizkyRachmawati-Mahasiswi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Aktivis Unit Kegiatan Kerohanian Islam Unipa Sby
Aktivis Forum Aktivis Kampus untuk Peradaban (FORKADA)se- Surabaya



GENERASI DALAM KETIDAKJELASAN


Walaupun peringatan Hardiknas sudah kita lewati, namun masalah pendidikan dan kualitas generasi yang dihasilkan belumlah selesai menemui titik solusi yang solutif untuk mengentaskan negri ini dari buruknya kualitas pendidikan di Indonesia. Pergeseran kualitas generasi telah terbukti kita temukan sehari-hari. Anak cenderung kurang menghargai orang tua, karakter tidak sabar, budaya instan hingga melakukan contek masal saat ujian. Belum lagi, tidak bosan-bosannya pemerintah sibuk untuk menggonta-ganti kurikulum pendidikan kita. Inikah profil hasil pendidikan kita? Semua ini berawal dari ketiadaan visi yang jelas dalam arah pendidikan di Indonesia. System kapitalisme sebagai ideology yang berlaku di negeri ini telah menjadi basis kebijakan yang mewarnai ketidakjelasan visi dalam system pendidikan kita. Islam punya solusi atas permasalahan ini, Visi pendidikan dalam islam mengarahkan terbentuknya kepribadian islam bagi anak didik dan membina meraka agar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta tsaqofah islam, sehingga kelak menjadi kader umat yang akan ikut memajukan masyarakat serta negaranya.

-Rizky Rachmawati-
Mahasiswi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Aktivis Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) UNIPA Sby
Aktivis FORKADA se-Surabaya (FORum aKtivis kAmpus untuk peraDAban)